DPW PKS NTB Harap Pemerintah Pusat Berikan Perhatian Khusus Pasca Gempa

Ketua DPW PKS NTB H. Abdul Hadi, SE,MM langsung melihat dari dekat kondisi korban gempa di Desa Sembalun (29/7)
Ketua DPW PKS NTB H. Abdul Hadi, SE,MM langsung melihat dari dekat kondisi korban gempa di Desa Sembalun (29/7)

Bencana gempa bumi yang terjadi di NTB khususnya di Lombok dimana kecamatan Bayan, Samablie dan Sembalun kondisinya cukup memprihatinkan.

Seperti diketahui gempa bumi berkekuatan 6,4 SR dengan kedalaman 10 KM (tidak berpotensi tsunami) mengguncang pulau Lombok pada Minggu (29/7) kemarin sekitar pukul 05.47 WIB dan gempa susulan terus terjadi hingga sore hari.

Ketua DPW PKS NTB, H.Abdul Hadi menyampaikan rasa bela sungkawa dan turut prihatin atas musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok dan berharap kepada semua pihak untuk memberikan perhatian kepada tiga kecamatan yang terdampak cukup parah.

“Kami berharap karna bencana gempa ini memakan korban jiwa dan materi. Kami berharap kepada semua pihak untuk memberikan perhatian kepada tiga kecamatan ini. Khusus kepada pemerintah kami berharap juga bisa memberikan langkah lebih cepat khususnya menangani pasca bencana,” harapnya.

Ia menyatakan akibat bencana gempa ini tentu sangat banyak sekali masyarakat yang hari ini kesulitan bahan makanan, minuman dan
tidak berani masuk rumah karena memang kondisi rumah mereka hancur dan sebagian rusak.Kami berharap langkah berikutnya lebih serius bersama-sama menangani pasca bencana.

Yang dibutuhkan oleh masyarakat (korban,red) saat ini adalah air bersih makanan,selimut, tenda alas tempat tidur, penerangan lampu jenset karena kesulitan listrik.

Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan lebih besar alasannya karena ini menyangkut bencana cukup meluas dan membutuhkan biaya cukup besar sehingga anggaran bencana di pasca gempa membutuhkan anggaran sangat besar dan pemerintah pusat bisa lebih banyak membantu.

Ia juga berharap dengan kejadian bencana ini, karena semua pihak turun ikut membantu,koordinasi bantuan bencana harus dilakukan apakah itu lembaga atau organisasi itu harus bisa kita tata dan kelola yang baik agar tidak daerah-daerah baik dalam pantauan atau komunikasi itu tidak ada yang tidak mendapat bantuan.

“Seperti di daerah obel2 itu komunikasi bantuan tidak bisa sampai. Selama ini bantuan banyak samapi di kecamatan Sembalun. Dan sambalia ternyata lebih parah dan lebih banyak membutuhkan bantuan dan perhatian, khususnya daerah yang tidak sampai komunikasinya,” pungkasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Minggu (29/7)