Jaga tradisi keilmuan, PKS NTB Gelar Lomba Kitab Kuning

0
685

[et_pb_section admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_image admin_label=”Image” src=”http://ntb.pks.id/wp-content/uploads/2016/04/Ketua-Fraksi-PKS-DPRD-NTB-Johan-Rosihan-ST-kiri-saat-menyampaikan-sambutannya-pada-pembukaan-lomba-kita-kuning-kemarin-820×410.jpg” show_in_lightbox=”off” url_new_window=”off” animation=”left” sticky=”off” align=”left” force_fullwidth=”off” always_center_on_mobile=”on” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid” alt=”johan rosihan” title_text=”#KitabKuningPKS”] [/et_pb_image][et_pb_text admin_label=”Text”]

MATARAM, DS – DPW PKS NTB menggelar lomba baca kitab kuning Minggu sore (10/4) hingga malam. Kegiatan yang dihelat dalam rangka menyambut milad (hari ulang tahun) Partai Keadilan Sejahtera ke-18 April itu diikuti sebanyak 79 orang peserta yang berasal dari 25 perwakilan pondok pesantren se pulau Lombok.

Ketua panitia lomba baca kitab kuning DPW PKS NTB, Johan Rosihan menjawab Pos Bali, Senin (11/4) kemarin, mengatakan, pelaksanaan kegiatan lomba itu merupakan kerjasama 14 Fraksi PKS di 14 provinsi di Indonesia dengan fraksi PKS DPR RI.

Menurutnya, kitab kuning merupakan istilah yang disematkan kepada kitab-kitab klasik berbahasa arab yang digunakan sebagai bahan ajar di pondok-pondok pesantren. Sementara, di Indonesia kitab kuning juga lazim disebut sebagai kitab gundul. Pasalnya, penulisan kitabnya menggunakan aksara arab tanpa dilengkapi dengan harakat (tanda baca).

“Kitab kuning yang dilombakan dalam acara ini adalah kitab Fathul Mu’in,” ungkap Johan.

Ia mengakui, kegiatan lomba kitab kuning ini dilaksanakan serentak di 14 DPW PKS se-Indonesia pada hari Minggu (10/4) lalu. Terknisnya, setiap DPW melakukan seleksi dan memilih satu juara untuk dikirim ke putaran final yang akan dilaksanakan tanggal 24 April 2016i di MD Building DPP PKS di Jakarta.

Sedangkan, mereka yang memperoleh juara tingkat nasional nantinya akan diganjar dengan hadiah umroh ke Tanah suci. “Khusus di NTB, juara pertamanya yakni, M. Rofii dari Ponpes Darul Habibi, Paok Tawak, Praya Lombok Tengah. Sementara, juara kedua diraih oleh Abdul Manan dari Ponpes Darul Muhyidin, Lombok Timur,” jelas Johan

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB itu menambahkan, perlombaan kitab kuning dipilih lantaran, memiliki spesifikasi skill khusus, yakni membacanya perlu pengetahuan. Selain itu, diperlukan keterampilan khusus.

Tak hanya itu, kata Johan, pihaknya ingin mempererat hubungan PKS dengan kalangan pesantren. “Acara ini untuk memberikan penghargaan kepada santri dan pondok pesantren yang memiliki tradisi dalam mengkaji kitab-kitab kuning serta menegaskan jati diri PKS sebagai partai dakwah yang peduli dan konsen pada kehidupan pesantren yang meneruskan tradisi-tradisi keilmuan ulama-ulama terdahulu,” tandas Johan Rosihan.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]