PKS Muda: Kebijakan Ekonomi Pemerintah Dinilai Hanya Sebatas Tambal Sulam

0

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jakarta (19/12) — Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handi Risza sebut kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi lamban dan hanya sebatas tambal sulam. Hal ini disampaikan oleh Handi di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

“Kita menyambut pemerintah membuat kebijakan omnibus law untuk merampingkan semua peraturan yang ada, tetapi ini harus diiringi dengan semangat memperbaiki bukan hanya tambal sulam saja,” ungkap Handi.

Politisi Muda PKS ini menuturkan, pemerintah terlalu lamban dalam mengeluarkan kebijakan, sehingga hanya berakhir dengan wacana tanpa realita. Padahal, lanjutnya, dilapangan sangat diperlukan kebijakan-kebijakan yang dapat memacu semangat ekonomi nasional menjadi membaik.

“Jika kebijakan dinilai mampu mendorong perbaikan disektor industri dan keuangan, atau mislanya peraturan perpajakan, ini juga harus segara digoalkan, sehingga apa-apa yang masih bolong sampai saat ini bisa kita kerjakan, apa yang membuat ekonomi kita tidak kompetitif segera diperbaiki. Jadi, pemerintah jangan terlalu banyak berwacana, menurut saya segera kerjakan ini akan jauh lebih baik kedepan,” terang Doktor lulusan Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Handi mencontohkan defisit neraca perdagangan merupakan bukti lambannya pemerintah dalam membuat kebijakan dilapangan.

“Jadikan, kondisi saat ini (defisit neraca perdagangan-red)kan tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Artinya, kalo kita sebagai sebuah pemerintahan harus bisa mengantisipasi jauh-jauh hari. Cara mengantisipasinya dengan kebijakan,” katanya.

Handi berharap pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan strategis untuk menyelamatkan ekonomi nasional agar tidak semakin melemah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.